Kerusuhan Eropa menjadi sorotan setelah Rusia membantah tuduhan keterlibatan dalam gejolak yang merebak di sejumlah negara, kata Kremlin. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut tudingan tersebut tidak masuk akal dan mengklaim masyarakat Eropa tidak menganggapnya serius. Pernyataan itu muncul setelah demonstrasi besar pada 17 Oktober berubah menjadi kerusuhan di sejumlah kota Prancis. Laporan menyebut massa membakar gedung pemerintah daerah, menjarah pertokoan, serta menyerang kantor polisi dalam aksi yang memanas.
Laporan Reuters juga mencatat aksi protes berlangsung di Belgia, Portugal, Italia, dan Albania, dengan konteks domestik berbeda. Peskov menyampaikan bantahan tersebut kepada Zvezda News pada Senin, 19 Oktober 2026, tanpa menyebut pihak yang melontarkan tuduhan. Pernyataannya menegaskan posisi resmi Moskow, tetapi tidak menjelaskan secara rinci dasar penolakan terhadap dugaan keterlibatan Rusia.
Kerusuhan Eropa Jadi Sorotan Bantahan Kremlin
Melalui Zvezda News, Peskov menolak dugaan keterlibatan Moskow dalam gejolak yang menyebar ke sejumlah kota Eropa. Ia menekankan bahwa bahkan masyarakat Eropa, menurut pandangannya, tidak lagi menerima tudingan tersebut sebagai penjelasan yang kredibel. Namun, pernyataan itu merupakan klaim Kremlin dan tidak dengan sendirinya membuktikan siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan. Penetapan penyebab kekerasan tetap membutuhkan hasil penyelidikan serta keterangan otoritas di negara-negara tempat kerusuhan berlangsung.
Peskov Sebut Tuduhan terhadap Rusia Tidak Masuk Akal
Juru bicara Kremlin memakai bahasa tegas untuk menolak kaitan Rusia dengan gelombang kerusuhan yang mengguncang sejumlah kota Eropa. Dalam wawancara dengan Zvezda News, ia menganggap tudingan itu tidak lagi layak diterima secara serius oleh publik Eropa. Meski begitu, laporan yang tersedia belum menunjukkan bahwa seluruh masyarakat Eropa memiliki pandangan seragam mengenai tuduhan tersebut.
“Tidak ada seorang pun yang masih menganggap serius tuduhan tak masuk akal semacam itu, bahkan di Eropa sendiri.”
— tegas Dmitry Peskov
Kremlin Umumkan Usulan Perombakan Pemerintahan
Dalam pengarahan yang sama, Peskov menyatakan Presiden Vladimir Putin mendukung usulan perombakan pemerintah yang diajukan Perdana Menteri Mikhail Mishustin. Mishustin menyodorkan usulan itu saat bertemu Putin pada Senin pagi, tetapi daftar pejabat yang terdampak belum dijelaskan Kremlin. Menurut Reuters, Anton Siluanov akan merangkap jabatan wakil perdana menteri, sementara Andrei Nikitin diusulkan mengawasi sektor transportasi. Dmitry Yadrov juga diusulkan menggantikan Nikitin sebagai menteri transportasi, sedangkan seluruh perubahan masih memerlukan persetujuan parlemen.
Kerusuhan Eropa Belum Terbukti Melibatkan Rusia
Kerusuhan Eropa pecah saat demonstrasi di Prancis menyoroti biaya hidup yang meningkat dan penurunan kualitas layanan publik. Reuters melaporkan ratusan ribu orang berunjuk rasa damai, sementara kelompok kecil melakukan penjarahan, pembakaran, dan bentrokan dengan polisi. Konteks tersebut menjelaskan latar demonstrasi, tetapi tidak memberi bukti mengenai dugaan keterlibatan Rusia yang dibantah Kremlin.
Modi Diperkirakan Mengunjungi Rusia pada 2027
Peskov mengatakan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Moskow kemungkinan besar berlangsung pada 2027, bukan akhir tahun ini. Ia mengaitkan perkiraan itu dengan deklarasi kemitraan strategis Rusia-India yang menetapkan pertemuan tahunan para pemimpin kedua negara. Tanggal resmi belum diumumkan, sehingga rencana tersebut masih menunggu kepastian dan koordinasi diplomatik dari kedua pemerintah.
Agenda Tahunan Putin Biasanya Digelar pada Desember
Peskov juga mengatakan acara tahunan Vladimir Putin, yang memadukan dialog langsung dengan masyarakat dan konferensi pers, biasanya digelar pada Desember. Agenda tersebut memberi ruang bagi warga untuk mengajukan pertanyaan, sekaligus menyediakan forum bagi presiden menjelaskan kebijakan pemerintah. Namun, Peskov belum mengumumkan tanggal pelaksanaan acara tahun ini dalam keterangan yang dikutip sejumlah media. Rangkaian pernyataan pada Senin itu mencakup respons atas kerusuhan Eropa, perubahan kabinet, serta agenda diplomatik Rusia-India.
Peskov menolak tuduhan keterlibatan Rusia, tetapi pernyataan tersebut tetap harus dipahami sebagai posisi resmi Kremlin. Sementara itu, laporan kerusuhan dan perkembangan pemerintah Rusia berasal dari pemberitaan yang terpisah serta perlu dibaca sesuai konteks. Keterangan Peskov tidak menetapkan pihak yang mengorganisasi kekerasan, sehingga penilaian lebih jauh perlu menunggu penyelidikan independen.