Kementerian Informasi Yaman menuduh Houthi meluncurkan tiga rudal balistik ke kamp pengungsi di barat Aden pada Minggu, 25 Oktober 2026. Otoritas belum merilis rincian korban maupun kerusakan sehingga dampak langsung terhadap warga di lokasi belum dapat dipastikan. Kementerian menyebut sasaran berada di Ras Imran, sebelah barat Aden, yang berfungsi sebagai ibu kota sementara Yaman. Tuduhan itu muncul ketika serangkaian serangan rudal lain dilaporkan menyasar fasilitas keamanan dan infrastruktur penting di kota pelabuhan tersebut.
Informasi mengenai sasaran tersebut masih datang terutama dari pernyataan kementerian, sementara rincian lapangan belum dipaparkan secara terbuka. Insiden itu muncul di tengah laporan serangan lain di Aden, yang dalam beberapa hari terakhir kembali menyoroti keamanan fasilitas strategis. Situasi ini membuat verifikasi atas tiap lokasi kejadian penting sebelum dampak maupun tanggung jawab dapat disimpulkan secara menyeluruh.
Rudal Balistik Menyasar Fasilitas Keamanan Aden
Sehari sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menuduh Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke dua fasilitas penjaga pantai di Aden. Kelompok Houthi mengakui menyerang dua lokasi militer di kota itu, tetapi rincian sasaran yang disampaikan kedua pihak berbeda. Pada Sabtu sore, tiga ledakan kuat terdengar di sejumlah wilayah Aden, sementara otoritas belum merilis data resmi mengenai korban. Keterangan pemerintah juga menyinggung serangan terhadap Bandara Internasional Aden dan pelabuhan di kawasan Al-Tawahi pada hari yang sama.
Ledakan di Bir Ahmed Dilaporkan Tanpa Korban
Sumber setempat juga melaporkan rudal yang mereka kaitkan dengan Houthi meledak dekat kamp militer pemerintah di Aden barat.
“Rudal tersebut dilaporkan jatuh di area berpasir tak berpenghuni di belakang sebuah pabrik besi di Bir Ahmed, Distrik Al-Buraiqa.”
— ujar sumber-sumber setempat.
Insiden tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban atau kerusakan, meski pemerintah belum mengumumkan hasil penyelidikan secara terperinci.
Serangan Menjangkau Infrastruktur Sipil
Kementerian Dalam Negeri menggambarkan serangkaian serangan itu sebagai bagian dari tekanan berulang terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas vital Aden. Bandara termasuk sasaran yang disebut pemerintah, menyusul laporan mengenai penggunaan rudal dan pesawat nirawak dalam serangan sebelumnya. Meski demikian, keterangan mengenai setiap serangan masih berasal dari pernyataan pihak terkait, sehingga verifikasi independen atas seluruh dampaknya belum tersedia. Perbedaan klaim mengenai sasaran membuat penilaian situasi tetap terbatas, terutama ketika otoritas belum menyampaikan laporan lapangan yang lengkap.
Rudal Balistik Menempatkan Fasilitas Vital dalam Sorotan
Ketegangan di Aden menunjukkan bahwa serangan rudal balistik kini kembali menempatkan fasilitas keamanan dan kepentingan sipil dalam sorotan. Bandara dan pelabuhan memiliki peran penting dalam pergerakan warga maupun distribusi kebutuhan, sehingga gangguan berpotensi menjalar ke aktivitas harian. Meski begitu, materi yang tersedia belum menunjukkan skala gangguan secara pasti dan belum mengonfirmasi jumlah korban dari serangan kamp.
Konflik Yaman Membelah Kendali Wilayah
Konflik berkepanjangan telah membelah kontrol wilayah Yaman sejak Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Setahun kemudian, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan intervensi militer untuk menopang pemerintah yang diakui secara internasional. Perkembangan terbaru memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan, sementara perebutan wilayah dan persaingan antara kubu bertikai belum menemukan penyelesaian politik.
Perebutan Wilayah Memperpanjang Ketidakpastian
Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat, termasuk Sanaa, sedangkan pemerintah mengendalikan Aden serta daerah selatan dan timur. Pertempuran terbaru turut menggeser garis depan, khususnya di sepanjang pesisir Laut Merah yang tetap menjadi kawasan strategis. Kendali atas sejumlah wilayah masih diperebutkan, menandakan bahwa bentrokan lokal dapat kembali menguji stabilitas kawasan dan pemerintahan. Serangan di Aden karena itu menambah tekanan terhadap warga sipil, sementara informasi resmi mengenai kerusakan dan korban masih terbatas.
Fokus berikutnya berada pada klarifikasi pemerintah, pemeriksaan dampak di Ras Imran, serta kepastian mengenai sasaran dan jalur serangan. Tanpa data lapangan yang dapat diverifikasi, jumlah korban dan kerusakan akibat dugaan serangan terhadap kamp belum bisa dipastikan. Perkembangan tersebut akan menentukan seberapa besar eskalasi terbaru memengaruhi keamanan Aden dan perlindungan bagi para pengungsi.