Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan tetap memimpin Pentagon meski desakan pemakzulan menguat setelah pemilu sela. Dalam video berdurasi lebih dari 4 menit yang diunggah Kamis, ia menolak tekanan politik dan memastikan tidak mundur. Pernyataan tersebut muncul setelah hasil pemilu 3 November memperbesar ruang manuver Demokrat di Kongres Amerika Serikat. Hegseth sekaligus mempertahankan operasi militer terhadap Iran, yang menurutnya bertujuan mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Operasi militer itu merupakan upaya “berani dan bersejarah”, ujar Hegseth, demi mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Di Pentagon, Hegseth juga membela perombakan struktur komando senior serta penghapusan program keberagaman dalam tubuh angkatan bersenjata. Ia menilai langkah pemakzulan sebagai serangan bermotif politik, lalu berjanji terus menjalankan mandatnya di bawah pemerintahan Trump.
Pete Hegseth Mendapat Pembelaan Trump, Kongres Bersiap Mengawasi
Presiden Donald Trump secara terbuka membela Pete Hegseth ketika wartawan menanyakan kemungkinan pergantian pejabat puncak pertahanan tersebut. Trump menyebut kinerja menterinya sangat baik dan mengaitkan penolakan terhadap Hegseth dengan kebijakan mengganti sejumlah jenderal. Pembelaan itu memperlihatkan dukungan Gedung Putih, meskipun laporan Reuters menyebut posisi Hegseth belum sepenuhnya bebas dari spekulasi pergantian. Di sisi lain, hasil pemilu membawa Demokrat menguasai kedua kamar Kongres, membuka jalur pengawasan lebih luas terhadap Pentagon.
Demokrat Siapkan Pemeriksaan Menyeluruh
Pemimpin Demokrat DPR Hakeem Jeffries mempertanyakan keberlanjutan jabatan Hegseth, menandakan hubungan eksekutif dan legislatif memasuki fase konfrontatif. Partainya menjanjikan rangkaian sidang untuk menguji keputusan perang, kebijakan kepegawaian, serta perubahan pada kepemimpinan militer senior. Agenda pengawasan juga menyasar pemberhentian Ketua Kepala Staf Gabungan dan dasar hukum operasi militer Amerika di laut.
Tekanan Lintas Partai Meningkat
Tekanan terhadap Hegseth tidak hanya datang dari Demokrat, sebab sejumlah legislator Republik juga menyuarakan keberatan atas kepemimpinannya. Anggota DPR Thomas Massie berencana mengajukan kembali pasal pemakzulan, menyambung langkah serupa yang sebelumnya ia tempuh. Sikap Massie menunjukkan kritik terhadap operasi Iran telah menembus batas persaingan tradisional antara 2 partai besar Amerika. Namun, sebagian Republikan memilih berhati-hati, sehingga sikap Kongres terhadap menteri pertahanan itu belum membentuk front oposisi tunggal.
Pete Hegseth dan Taruhan Anggaran Pertahanan
Senator Republik Thom Tillis memperingatkan hubungan yang renggang antara Pentagon dan Kongres dapat menghambat pengesahan anggaran pertahanan. Pemerintahan Trump mengajukan paket belanja pertahanan senilai 1,5 triliun dolar AS, sehingga dukungan legislatif menjadi krusial. Pete Hegseth membutuhkan kepercayaan anggota parlemen untuk mengamankan pendanaan operasi, modernisasi militer, dan prioritas strategis Pentagon berikutnya.
Vance Pertanyakan Biaya Perang Iran
Wakil Presiden JD Vance turut mempertanyakan manfaat politik dan militer perang Iran setelah kekalahan Partai Republik dalam pemilu. Pernyataan tersebut memperlihatkan perbedaan penilaian di lingkaran pemerintahan mengenai biaya konflik serta konsekuensi elektoralnya bagi partai. Sementara itu, Hegseth tetap membela operasi tersebut dan meminta legislator mendukung pembangunan kembali kekuatan militer Amerika.
Penyelidikan Dapat Menjangkau Kebijakan Pentagon
Pemeriksaan Kongres diperkirakan tidak berhenti pada perang Iran, karena sejumlah kebijakan luar negeri Pentagon juga masuk sorotan. Agenda tersebut mencakup kebijakan terhadap Ukraina serta serangan Amerika terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat perdagangan narkoba. Sebagian anggota Demokrat menilai operasi itu memerlukan pengujian hukum, sementara Pentagon dituntut menjelaskan dasar otorisasi serta kerangka hukum yang menopangnya. Adam Smith, calon pemimpin Komite Angkatan Bersenjata DPR, menjanjikan pengawasan ketat terhadap perang dan independensi institusi militer.
Dengan Demokrat bersiap mengambil alih Kongres, Hegseth menghadapi pemeriksaan politik lebih intens, meski pemakzulan belum otomatis mengakhiri jabatannya. Pertarungan berikutnya akan berkisar pada pembuktian legalitas operasi, keputusan kepemimpinan Pentagon, dan kemampuan pemerintah meraih dukungan anggaran. Pengesahan pasal pemakzulan di DPR belum otomatis mencopotnya, sebab pemberhentian membutuhkan dukungan 2/3 anggota Senat.