Paus Leo XIV memulai pemulihan di rumah sakit Roma pada Rabu, 14 Oktober 2026, setelah menjalani operasi tumor paru. Tim medis mengangkat lobus bawah paru-paru kanannya dalam prosedur sekitar 90 menit di Rumah Sakit Gemelli sehari sebelumnya. Vatikan menyebut Paus melewati malam dengan tenang, tetapi dokter masih memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk menilai luas penyakit. Diagnosis adenokarsinoma paru telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan jaringan saat operasi, sedangkan stadium dan kemungkinan penyebaran belum diumumkan.
Paus berusia 71 tahun itu mengumumkan rencana operasi setelah doa Angelus pada Minggu, 11 Oktober, mengejutkan umat Katolik. Vatikan sebelumnya menjelaskan bahwa dokter menemukan nodul paru terlokalisasi saat pemeriksaan medis, lalu merekomendasikan tindakan bedah. Pihak Vatikan memperkirakan masa rawat berlangsung sekitar sepekan dan membatalkan seluruh agenda audiensi publik hingga 20 Oktober.
Paus Leo Memulai Pemulihan Setelah Operasi
Dokter mengangkat lobus bawah paru kanan menggunakan teknik berbantuan video, dengan tujuan mengangkat jaringan kanker secara menyeluruh. Tim bedah menyatakan operasi berjalan sesuai rencana tanpa komplikasi, lalu Paus kembali ke kamar setelah melewati observasi singkat. Meski nodul awalnya disebut terlokalisasi dan terdeteksi dini, dokter belum mengumumkan stadium kanker atau status kelenjar getah bening. Informasi tersebut penting untuk memperkirakan prognosis dan menentukan apakah Paus membutuhkan perawatan tambahan setelah operasi.
Pemeriksaan Medis Memastikan Adenokarsinoma Paru
Hasil pemeriksaan jaringan selama operasi mengonfirmasi adenokarsinoma paru, salah satu bentuk kanker yang berasal dari jaringan kelenjar paru. Dokter bedah Stefano Margaritora dan dokter pribadi Luigi Carbone menyebut prosedur menggunakan teknik berbantuan video untuk meningkatkan ketepatan pengangkatan. Namun, tim medis masih memerlukan analisis jaringan lanjutan untuk mengukur keterlibatan kanker dan merumuskan langkah perawatan berikutnya.
Diagnosis Paus Leo Memicu Perhatian Internasional
Kabar diagnosis Paus Leo mengundang keprihatinan karena kesehatan pemimpin Gereja Katolik menjadi perhatian sekitar 1,4 miliar umat. Kepausan tetap berjalan selama pemimpin beristirahat, tetapi urusan yang memerlukan persetujuan langsung Paus dapat menunggu. Pengamat Vatikan menilai diagnosis ini menambah ketidakpastian di tengah agenda kepemimpinan yang padat dan perjalanan luar negeri mendatang. Rencana kunjungan 11 hari ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada November belum dipastikan berubah atau tetap berjalan.
Pemulihan Paus Leo Diperkirakan Berlangsung Sepekan
Pemulihan Paus Leo diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu pekan, dengan agenda publik dibatalkan hingga 20 Oktober. Vatikan menyatakan ia sadar kembali secara normal setelah operasi, kemudian meminta makan malam dan beristirahat bersama staf dekatnya. Hasil lanjutan dari jaringan yang diangkat akan membantu dokter menilai kondisi secara lebih lengkap, termasuk kebutuhan tindak lanjut.
Prognosis Menunggu Hasil Evaluasi Medis
Juru bicara medis American Lung Association, Juanita Mora, menjelaskan bahwa deteksi dini dapat memberikan prospek pemulihan yang lebih menjanjikan. Namun, ia menekankan bahwa penilaian akhir tetap membutuhkan informasi mengenai stadium dan kemungkinan penyebaran ke kelenjar getah bening. Karena itu, optimisme terkait deteksi dini belum menggantikan hasil evaluasi medis yang masih berlangsung di Roma.
“Jika terdeteksi pada tahap awal, prognosisnya sangat, sangat baik. Itulah yang kami harapkan dan doakan bagi Paus Leo,” ujar Mora.
Pemeriksaan Lanjutan Menentukan Tahap Perawatan
Perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemeriksaan lanjutan yang membantu dokter menentukan stadium dan kemungkinan penyebaran kanker. Vatikan belum menyampaikan perubahan dalam perkiraan masa rawat sekitar sepekan, sementara audiensi publik tetap dihentikan sampai 20 Oktober. Tim medis akan menggunakan hasil jaringan dan pemeriksaan lanjutan untuk menilai langkah perawatan, termasuk kemungkinan terapi tambahan bila diperlukan. Untuk saat ini, Vatikan menegaskan kondisi pemulihan berjalan tenang, tetapi belum memberikan rincian terbaru mengenai stadium penyakit.
Operasi berhasil mengangkat lobus bawah paru kanan Paus Leo, sementara pemeriksaan jaringan telah mengonfirmasi adenokarsinoma paru. Masa pemulihan dan hasil analisis lanjutan kini menjadi penentu penting bagi penilaian kondisi serta rencana perawatan berikutnya. Vatikan meminta umat tetap mendoakan Paus, sembari menunggu informasi resmi berikutnya dari tim medis dan pihak kepausan.